PT Kaltim Daya Mandiri, yang selanjutnya disebut KDM atau Perusahaan, merupakan Anak Perusahaan dari PT Pupuk Indonesia Utilitas (sebelumnya PT Pupuk Indonesia Energi). Sejak berdiri pada 14 September 1995, hingga saat ini KDM tidak pernah melakukan perubahan nama Perusahaan.
Pada awalnya, KDM melakukan investasi pertama berupa 1 (satu) unit Gas Turbine Generator (GTG) dengan kapasitas terpasang 34 MW. Kemudian, pada tahun 2000, dilakukan penambahan 1 (satu) unit Heat Recovery Steam Generator (HRSG) dengan kapasitas terpasang 156 ton steam/jam dan 1 (satu) unit demin water plant dengan kapasitas terpasang 2x 168 m3/jam. Pada tahun 2006 dan 2007 secara berturut-turut KDM membangun 1 (satu) unit Nitrogen Plant berkapasitas terpasang 500 m3/jam dan integrasi kelistrikan dengan kapasitas 200 MVA.
Seiring dengan pertumbuhan KDM, pada tahun 2008 KDM membentuk anak usaha yaitu PT KDM Argo Energy yang bergerak dalam bidang penyediaan batu bara. Kemudian pada tahun 2010, KDM memperkuat produksi dengan membangun 1 (satu) unit SWRO dengan kapasitas 2×50 m3/jam.
Mempertimbangkan persaingan global untuk menjadi Perusahaan yang ramah lingkungan, KDM melakukan akuisisi pada perusahaan energi baru terbarukan ketenagalistrikan dengan metode pembangkit listrik mini hidro, yaitu PT Banyumas Energy Lestari (BEL) dan PT Mitra Daya Kencana (MDK) berturut-turut pada tanggal 20 Januari 2015 dan 29 Desember 2015. Selanjutnya pada tanggal 31 Desember 2021 KDM menambah 1 (satu) unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan kapasitas terpasang 1,2 MWp di area kantor pusat PT Pupuk Kalimantan Timur dan telah beroperasi per 1 Januari 2022. Pada tahun 2023 KDM membangun PLTS dengan kapasitas terpasang 82,6 kWp di area plantsite KDM dan PLTS dengan kapasitas 2,6 MWp di area wilayah usaha KDM di tahun 2024. Total kapasitas PLTS terpasang sampai dengan Semester I tahun 2025 sebesar 3,95 MWp. Terakhir pada tahun 2025 KDM selesai membangun unit Nitrogen Plant II yang memroduksi nitrogen gas, nitrogen cair dan oksigen cair dengan kapasitas total 1000 Nm3/jam.
Pada tanggal 22 September 2022, KDM melakukan divestasi saham MDK dikarenakan adanya dinamika kebijakan pemerintah dalam dunia energi baru terbarukan yang menyebabkan MDK sulit mendapatkan Power Purchase Agreement (PPA) dan proyek tidak dapat dilanjutkan. Pada tanggal 21 Desember 2022, BEL diputuskan untuk menghentikan semua aktivitas kegiatan sampai dengan waktu yang belum ditentukan.
Bisnis utama KDM adalah bidang utilitas yaitu memproduksi listrik, steam, demineralised water, nitrogen, dan jasa integrasi listrik untuk kebutuhan pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan perusahaan-perusahaan yang ada di Kawasan Industrial Estate Bontang.
Menjadi perusahaan energi dan utilitas yang terus berkembang dan terpercaya.
Memberikan solusi energi dan utilitas yang bernilai tambah secara berkelanjutan bagi stakeholders.